Jumat, 23 Maret 2012

Salah Protes Part 2

Kejadian ini terjadi pada tanggal 19 Maret 2012, ketika itu aku kembali ke Indomar** tapi bersama sahabatku Kia. Aku sudah menceritakan kejadian tentang susu basi yang aku beli dari sini padanya. Dan ketika ada di Indomar**, Kia memintaku untuk menunjukkan susu yang aku beli. Ada pelayannya disitu, sekalian saja aku protes dan menyampaikan kejadian yang aku alami kepada penjaga tersebut. Dia heran dan tek percaya, karena menurutnya susu yang aku beli adalah susu biasa yang harusnya rasanya manis. Karena terjadi perdebatan akhirnya aku bicara dan meyakinkan bahwa aku akan meminumnya di depan penjaga tersebut. Daaannnnn
"glek"
ternyata rasanya memang seperti susu biasa yang manis. Aku seketika malu dan untungnya penjaga Indomar** tersebut baik. Dia hanya tersenyum melihatku. Dia bilang seharusnya aku bawa sampel susu tersebut agar bisa dilaporkan ke produsen. Mungkin saja susu tersebut merupakan bagian dari cacat produksi atau karena kesalahan penyimpanan di tempat panas sehingga isinya rusak. 
Hmm aku mengahargai dan sangat bersyukur pernah mengalami kejadian ini. Hal ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Pelajaran yang didapat adalah :
- periksa barang belanjaan saat ingin membeli, khusus untuk minuman kemasan, cek kemasan dan penampilan. apabila kemasan kembung, jangan dibeli dan tukarkan.
- jika memang kita mendapati barang yang kita beli rusak, jangan malu untuk mengkonsultasikannya dengan penjual.

:)

Minggu, 18 Maret 2012

Salah Protes

Kejadian ini terjadi kemarin ketika aku akan mengajar. Aku berangkat dari rumah pukul 14:00 WIB. Ketika itu aku memutuskan untuk berangkat dengan angkot. Sebelumnya aku sudah memperkirakan bahwa angkot yang akan aku tumpangi akan datang agak lama. Jadi aku putuskan untuk menunggu angkot di depan Indomar**. Tiba-tiba saja keinginanku untuk meminum susu cokelat muncul dan aku teringat agar membeli susu cokelat dulu di Indomar**. Dengan sigap dan cepat serta cermat aku memilih membeli salah satu merk susu terkemuka. Aku beli dua kotak karena ketika aku lihat harganya dua kotak Rp. 5.000,00. Langsung saja aku ambil rasa cokelat dan rasa strawberry. Ketika sedang menunggu kembalian aku melihat angkot sudah datang dan aku pun cepat-cepat membayar dengan uang pas Rp. 5.000,00. Ketika sudah sampai dan mendapat tempat duduk di angkot, seketika aku membayangkan rasa manisnya susu strawberry jika lewat di tenggorokanku ini, tak pikir panjang langsung aku buka sedotannya dan aku tusuk daaaannn.... dengan sigap aku sedot susu tersebut. 

TIBA-TIBA....rasa pahit dan asam yang aku rasakan dilidah. Spontan aku muntahkan dan aku hentikan sedotanku itu. Aku langsung mengucap istigfar 3x dan mengeleng-geleng kepala. Ini susu atau yoghurt? Aku pun mencari tulisan "Yoghurt" dalam kemasan susu tersebut, tapi tidak aku temukan. Kemudian aku berpikir bahwa susu ini telah kadarluarsa. Pikiran aneh mulai merasuki, aku takut aku jadi keracunan makanan. Langsung saja aku lihat tanggal kadaluarsanya disana tertulis:
Oct 12
dan dikemasan susu cokelatnya:
Sept 12
Aku kaget dan tersentak di pikiranku mulai banyak kalimat "Ko bisa toko sebesar itu masih menjual makanan yang kadaluarsa? Bagaimana jika orang awam yang membeli? Aku saja yang bisa membaca tanggal kadaluarsa tapi tetap saja tidak teliti. Pokoknya habis beres ngajar aku harus ke Indomar** lagi untuk protes."

Protesku ini aku sampaikan pada temanku, dan aku ceritakan kronologisnya tadi. Semua omelanku aku keluarkan padanya terlebih dahulu. Aku pun kembali tercengang ketika membaca sms balasan dari temanku
"Ya Allah...bukannya Oct 12 itu masih lama yah? Sekarang kan masih bulan Maret... hahahaha kamu salah baca kali? atau ingin cepat-cepat tahun berikutnya?"
~~~WHAT~~~?????
hahaha aku tertawa lepas dan bingung. Lalu sebenarnya apa yang membuat susu terasa asam? Aku coba amati kembali kemasannya dan aku temukan sesuatu:
"SUSU UHT..... Presbiotik"
Oh... ternyata itu memang susu seperti yoghurt, hahahaha aku malu dan benar-benar malu. Bagaimana jika aku tiba-tiba protes langsung ke toko?
Hari itu benar-benar menjadi pengalaman sangat berharga. Ini menjadi pelajaran bagiku dan terutama ingin sekali aku memberi kritik dan saran pada perusahaan pembuat susu kemasan tersebut. Mengapa? Sebaiknya bedakanlah kemasan jika memang produknya berbeda. Jangan hanya dibedakan melalui tulisan saja. Siapa tahu ini bukan terjadi pada diriku saja, tetapi orang lain juga. Dan satu hal pelajaran untukku, jangan sampai menjudgment sesuatu sekaligus dan jangan pula terburu-buru dalam memilih suatu barang yang akan dibeli.
~Lebih teliti lagi ya sob :)

Kamis, 15 Maret 2012

Buku Bekas vs Diary

Sebenarnya kejadian ini sudah lumayan lama terjadi. Cukup membuatku terhibur. Yap... ketika itu aku memesan untuk dibelikan buku bekas pelajaran Biologi untuk SMA kelas X-XII dan buku IPA untuk SMP kelas VII-IX. Karena aku memesan untuk dibelikan, otomatis aku tak rewel minta macem-macem. Aku percayakan semua pilihannya pada sahabatku. Setelah aku menerima buku pesanan itu, aku menggunakan buku SMP kelas VIII untuk bahan ajarku di tempat bimbel. Ketika itu aku kaget, karena pada halamannya terdapat sebuah catatan dengan pensil di halaman 15

"18 Januari 2009. hari ini w udah mutusin pacar w mudah-mudahan kedepannya w bisa dapat cowo yang baik..... kapan ya... ada cowo baik....?"

Senyumku spontan tak bisa kutahan ketika aku membacanya. Apa yang ada dipikarnku saat itu? "Astagfirullah... SMP kelas VIII???". Pertanyaanku sedikit aneh memang, begitu naif dan egois. Aku jadi ingat kembali ketika masa pubertas terjadi pula padaku, ya cukup manusiawi memang jika pada masa-masa pubertas mulai menyukai lawan jenis, tapi yang membuatku tak habis pikir adalah di buku pelajaran sampai dituliskan cerita-cerita seperti itu? Hehehe lucu, dan aku pun jadi penasaran, jangan-jangan di lembar lainnya pun ada catatan lainnya. DAN.......................

That's right... ada banyak catatan di setiap lembaran buku pelajaran itu. Bagai sebuah DIARY SEMU yang tidak disangka-sangka. Anak jaman sekarang memang benar-benar kreatif. Dulu ketika bawa diary ke sekolah, ujung-ujungnya dirazia oleh guru, sekarang buku pelajaran dijadikan diary agar tidak dirazia guru hmmm sepertinya memang ide yang sangat luar biasa. hehehe

Selain itu, aku juga membayangkan bahwa apa saja yang dilakukan siswa di kelas? Sebagai seorang calon pendidik (guru) aku sedikit khawatir dengan keadaan siswa-siswi SMP saat ini. Dan aku pun bertekad untuk membuat pengajaran di kelas menjadi terfokus sehingga murid-muridkuu nanti tidak ada kesempatan untuk membuat diarynya di buku pelajaran :)