Hay guys.. lama sekali aku tak menyambangi lagi dunia blog. Lumayan lama juga yah?? :)
Hidupku tak ada yang menarik kemarin, aku hanya terkungkung dalam banyak permasalahan hidup yang luar biasa. Tapi aku bersyukur, diumurku yang sedemikian muda ini (haha) aku sudah bisa merasakannya. Allah Maha Adil, mungkin ketika nanti aku lebih dewasa lagi, aku akan bisa menghadapi masalah yang lebih berat lagi, aku harap.
Aku hanya bisa berdo'a semua ujian ini bisa terlewati, semua permasalahan ini bisa terselesaikan :)
selamat datang 2013. Di Tahun yang baru aku berharap bisa sesuai jadwal, bisa segera SEMINAR PROPOSAL, targetku bulan Febuari :)
Semangat Semngat Semangat
dan aku juga harus sehat karena akan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Kalimantan Barat :)
yess naek pesawat hahahaha
Senin, 31 Desember 2012
Rabu, 27 Juni 2012
no way!!!
Jika semua tempat dipasang pengumuman seperti di atas, mungkin tidak ada tempat lagi untuk para "Perokok" untuk membakar rokoknya. dan Jika semua orang sadar bahwa "Rokok itu sangat BERBAHAYA", PASTI tidak akan lagi ada yang berani membakar uangnya untuk ROKOK.
ROKOK? no way!!!
Sometext for My Best Friends
Sahabat ada bagai cahaya di malam hari.
Sahabat ada bagai air di tengah kemarau.
Sahabat ada selalu bagai pelangi setelah hujan.
Memberikan ketenangan dikala gundah, memberikan kesejukan dikala jenuh, memberikan keindahan di tengah ketidakindahan.
ketika sahabat ada itu biasa, ketika jauh pasti dirindukan :’)
Hati-hati ... HATI :)
Hati itu seperti tanaman. Tanaman yang wajib disirami dengan air keikhlasan, wajib dijemur dengan cahaya mimpi dan harapan, wajib diberi pupuk nutrisi kekuatan agar teguh dan tidak mudah goyah.
Hatiku, hatimu, hatinya dan seluruh hati manusia adalah milik Sang Pembolak-balik Hati, Allah SWT… Jagalah hati kita semua, rawatlah ia. Buatlah hati kita agar bisa menghasilkan buah berupa Cinta dan kasih sayang yang tulus.
:)
Wanita Terindah
Senyummu menyejukkan hati setiap orang yang butuh kesejukan. Bagai air jernih yang menetes atau bahkan seperti embun di atas dedaunan hijau. Setiap katamu adalah kata pejuang. Kata penuh ketegaran, kekuatan tetapi sangat cantik dibungkus kerendahan hati. Setiap gerakmu adalah gerak penuh makna. Gerakan wanita calon isteri yang tangguh, calon ibu yang penyayang dan calon pemimpin wanita yang akan patuh pada suaminya. Kelak langkahmu membuat setiap lelaki melangkah lebih jauh darimu, tak ingin dibelakangmu, karena mereka tahu bahwa…….. “Kau adalah wanita terindah yang pantas mendapatkan lelaki terindah”
:)
Jumat, 23 Maret 2012
Salah Protes Part 2
Kejadian ini terjadi pada tanggal 19 Maret 2012, ketika itu aku kembali ke Indomar** tapi bersama sahabatku Kia. Aku sudah menceritakan kejadian tentang susu basi yang aku beli dari sini padanya. Dan ketika ada di Indomar**, Kia memintaku untuk menunjukkan susu yang aku beli. Ada pelayannya disitu, sekalian saja aku protes dan menyampaikan kejadian yang aku alami kepada penjaga tersebut. Dia heran dan tek percaya, karena menurutnya susu yang aku beli adalah susu biasa yang harusnya rasanya manis. Karena terjadi perdebatan akhirnya aku bicara dan meyakinkan bahwa aku akan meminumnya di depan penjaga tersebut. Daaannnnn
"glek"
ternyata rasanya memang seperti susu biasa yang manis. Aku seketika malu dan untungnya penjaga Indomar** tersebut baik. Dia hanya tersenyum melihatku. Dia bilang seharusnya aku bawa sampel susu tersebut agar bisa dilaporkan ke produsen. Mungkin saja susu tersebut merupakan bagian dari cacat produksi atau karena kesalahan penyimpanan di tempat panas sehingga isinya rusak.
Hmm aku mengahargai dan sangat bersyukur pernah mengalami kejadian ini. Hal ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Pelajaran yang didapat adalah :
- periksa barang belanjaan saat ingin membeli, khusus untuk minuman kemasan, cek kemasan dan penampilan. apabila kemasan kembung, jangan dibeli dan tukarkan.
- jika memang kita mendapati barang yang kita beli rusak, jangan malu untuk mengkonsultasikannya dengan penjual.
:)
Minggu, 18 Maret 2012
Salah Protes
Kejadian ini terjadi kemarin ketika aku akan mengajar. Aku berangkat dari rumah pukul 14:00 WIB. Ketika itu aku memutuskan untuk berangkat dengan angkot. Sebelumnya aku sudah memperkirakan bahwa angkot yang akan aku tumpangi akan datang agak lama. Jadi aku putuskan untuk menunggu angkot di depan Indomar**. Tiba-tiba saja keinginanku untuk meminum susu cokelat muncul dan aku teringat agar membeli susu cokelat dulu di Indomar**. Dengan sigap dan cepat serta cermat aku memilih membeli salah satu merk susu terkemuka. Aku beli dua kotak karena ketika aku lihat harganya dua kotak Rp. 5.000,00. Langsung saja aku ambil rasa cokelat dan rasa strawberry. Ketika sedang menunggu kembalian aku melihat angkot sudah datang dan aku pun cepat-cepat membayar dengan uang pas Rp. 5.000,00. Ketika sudah sampai dan mendapat tempat duduk di angkot, seketika aku membayangkan rasa manisnya susu strawberry jika lewat di tenggorokanku ini, tak pikir panjang langsung aku buka sedotannya dan aku tusuk daaaannn.... dengan sigap aku sedot susu tersebut.
TIBA-TIBA....rasa pahit dan asam yang aku rasakan dilidah. Spontan aku muntahkan dan aku hentikan sedotanku itu. Aku langsung mengucap istigfar 3x dan mengeleng-geleng kepala. Ini susu atau yoghurt? Aku pun mencari tulisan "Yoghurt" dalam kemasan susu tersebut, tapi tidak aku temukan. Kemudian aku berpikir bahwa susu ini telah kadarluarsa. Pikiran aneh mulai merasuki, aku takut aku jadi keracunan makanan. Langsung saja aku lihat tanggal kadaluarsanya disana tertulis:
Oct 12
dan dikemasan susu cokelatnya:
Sept 12
Aku kaget dan tersentak di pikiranku mulai banyak kalimat "Ko bisa toko sebesar itu masih menjual makanan yang kadaluarsa? Bagaimana jika orang awam yang membeli? Aku saja yang bisa membaca tanggal kadaluarsa tapi tetap saja tidak teliti. Pokoknya habis beres ngajar aku harus ke Indomar** lagi untuk protes."
Protesku ini aku sampaikan pada temanku, dan aku ceritakan kronologisnya tadi. Semua omelanku aku keluarkan padanya terlebih dahulu. Aku pun kembali tercengang ketika membaca sms balasan dari temanku
"Ya Allah...bukannya Oct 12 itu masih lama yah? Sekarang kan masih bulan Maret... hahahaha kamu salah baca kali? atau ingin cepat-cepat tahun berikutnya?"
~~~WHAT~~~?????
hahaha aku tertawa lepas dan bingung. Lalu sebenarnya apa yang membuat susu terasa asam? Aku coba amati kembali kemasannya dan aku temukan sesuatu:
"SUSU UHT..... Presbiotik"
Oh... ternyata itu memang susu seperti yoghurt, hahahaha aku malu dan benar-benar malu. Bagaimana jika aku tiba-tiba protes langsung ke toko?
Hari itu benar-benar menjadi pengalaman sangat berharga. Ini menjadi pelajaran bagiku dan terutama ingin sekali aku memberi kritik dan saran pada perusahaan pembuat susu kemasan tersebut. Mengapa? Sebaiknya bedakanlah kemasan jika memang produknya berbeda. Jangan hanya dibedakan melalui tulisan saja. Siapa tahu ini bukan terjadi pada diriku saja, tetapi orang lain juga. Dan satu hal pelajaran untukku, jangan sampai menjudgment sesuatu sekaligus dan jangan pula terburu-buru dalam memilih suatu barang yang akan dibeli.
~Lebih teliti lagi ya sob :)
Kamis, 15 Maret 2012
Buku Bekas vs Diary
Sebenarnya kejadian ini sudah lumayan lama terjadi. Cukup membuatku terhibur. Yap... ketika itu aku memesan untuk dibelikan buku bekas pelajaran Biologi untuk SMA kelas X-XII dan buku IPA untuk SMP kelas VII-IX. Karena aku memesan untuk dibelikan, otomatis aku tak rewel minta macem-macem. Aku percayakan semua pilihannya pada sahabatku. Setelah aku menerima buku pesanan itu, aku menggunakan buku SMP kelas VIII untuk bahan ajarku di tempat bimbel. Ketika itu aku kaget, karena pada halamannya terdapat sebuah catatan dengan pensil di halaman 15
"18 Januari 2009. hari ini w udah mutusin pacar w mudah-mudahan kedepannya w bisa dapat cowo yang baik..... kapan ya... ada cowo baik....?"
Senyumku spontan tak bisa kutahan ketika aku membacanya. Apa yang ada dipikarnku saat itu? "Astagfirullah... SMP kelas VIII???". Pertanyaanku sedikit aneh memang, begitu naif dan egois. Aku jadi ingat kembali ketika masa pubertas terjadi pula padaku, ya cukup manusiawi memang jika pada masa-masa pubertas mulai menyukai lawan jenis, tapi yang membuatku tak habis pikir adalah di buku pelajaran sampai dituliskan cerita-cerita seperti itu? Hehehe lucu, dan aku pun jadi penasaran, jangan-jangan di lembar lainnya pun ada catatan lainnya. DAN.......................
That's right... ada banyak catatan di setiap lembaran buku pelajaran itu. Bagai sebuah DIARY SEMU yang tidak disangka-sangka. Anak jaman sekarang memang benar-benar kreatif. Dulu ketika bawa diary ke sekolah, ujung-ujungnya dirazia oleh guru, sekarang buku pelajaran dijadikan diary agar tidak dirazia guru hmmm sepertinya memang ide yang sangat luar biasa. hehehe
Selain itu, aku juga membayangkan bahwa apa saja yang dilakukan siswa di kelas? Sebagai seorang calon pendidik (guru) aku sedikit khawatir dengan keadaan siswa-siswi SMP saat ini. Dan aku pun bertekad untuk membuat pengajaran di kelas menjadi terfokus sehingga murid-muridkuu nanti tidak ada kesempatan untuk membuat diarynya di buku pelajaran :)
Minggu, 19 Februari 2012
Kepengurusan LAGI
Sejenak termenung mengingat berapa lama aku berada disini. Sebuah tempat dimana aku menemukan keluarga baru, sebuah tempat dimana aku banyak belajar hal-hal yang tak mungkin ku dapatkan melalui mata kuliah. Aku bisa belajar berbicara, membawakan acara, menyusun susunan acara, berkomunikasi dengan banyak pihak, membuat soal-soal cerdas cermat, menyiapkan peralatan, menyusun dana dan masih banyak lagi yang mungkin aku tak bisa sebutkan satu per satu.
Bagiku tempat ini adalah tempat yang kadang nyaman kadang juga tidak nyaman. Selain banyak hal-hal manis yang aku dapatkan, aku juga harus mendapatkan hal-hal menyakitkan dan menyedihkan. Walau memang semua itu terbayarkan dan tertutupi oleh hal-hal manis yang ada.
Jika dihitung, ternyata keberadaanku di tempat tersebut sangat lama. Sudah 4 kali kepengurusan. Hmmm apakah ini baik? Beradasarkan suatu pandangan mungkin ini dibilang kurang baik. Tapi pandangan yang lain ini adalah langkah terakhir yang memang harus dilakukan. Demi adanya generasi penerus kami dan demi tertuntaskan sudah keresahan dan kegelisahan kami. Ini juga bukti akan kesetiaan dan kekompakkan kami demi menjaga persaudaraan dan persahabatan kepada sahabat kami yang saat ini merelakan dirinya untuk memimpin. Yah... ini semua akan senantiasa berjalan jika ada strategi yang paling baik yang kami lakukan. Tentunya dengan semangat dan perjuangan yang lebih. HARUS BISA :)
Jumat, 17 Februari 2012
Fenomena EKDAS
Begitu mendengar kata fenomena mungkin sepertinya aneh dan misterius. Yah memang misterius. Ekdas merupakan mata kuliah yaitu Ekologi Dasar yang menjadi mata kuliah paling penting. Karena banyak sekali mata kuliah pilihan yang mensyaratkan Ekdas. Mengapa menjadi fenomena?
Hal ini berawal ketika angkatanku dulu ketika semester 3 mengambil mata kuliah ekologi dasar, hampir 70 % dari mahasiswanya mendapat nilai D. hal ini menjadi suatu kesedihan bagi teman-temanku yang lain tapi tidak untukku. Aneh memang, aku justru mendapat nilai A untuk mata kuliah ini.
Aku tidak bermaksud untuk sombong dan pamer, aku hanya ingin mengulas dimana letak kesalahannya. Aku memang sangat semangat untuk mata kuliah ini, karena aku tertarik dan merasa suka. Tak jarang aku harus ekstra menulis cepat ketika dosen sedang menjelaskan berbagai permasalahan. Aku juga harus bongkar dan bedah buku Campbell bagian Ekologi untuk menambah informasi kuliahku ini. Aku juga harus sabar membaca e-book berbahasa Inggris agar aku puas dan paham akan apa yang disampaikan. Aku pikir, mungkin inilah bayaran yang setimpal untuk aku. Aku mendapatkan nilai UTS 89 ketika yang lain hanya mendapat nilai DOREMI. Yah… aku juga harus tahan ketika teman-teman justru menyalahkan aku karena nilaiku bagus.
Aku bingung dan ingin sekali bilang, aku mendapat nilai demikian karena aku berusaha dan berjuang dengan giat. Bukan karena menyuap dosen atau hal lainnya. Mereka mungkin menangis dan banyak sekali mencaci dosen bersangkutan. Tapi ingat teman, harus dikaji ulang. Dosen juga menilai karena usaha kalian yang demikian. Jika saja kalian baca buku Campbell sama sepertiku, kalian akan temukan jawabannya. Dan mungkin akan mendapat nilai A juga.
Kabar ini menjadi fenomena karena kembali terjadi di angkatan berikutnya. Banyak mahasiswa adik tingkatku juga yang mendapat nilai D bahkan E. mereka juga sama mengeluh dan langsung mencaci dosen yang masih sama.
Kadang aku bingung, apa sih alas an mendasar sehingga bisa mencaci seperti itu? Mereka juga manusia, dan mereka itu orang tua kita juga yang harus kita hargai. Disini aku bukan untuk membela. Karena jujur, aku pernah menyampaikan koreksi dan pendapat aku kepada dosen tersebut. Aku ikut membantu aspirasi kalian. Mungkin karena sistem belajar yang kurang enak menyebabkan kalian dan mungkin aku juga merasa dosen tersebut kurang maksimal cara belajarnya. Tapi…. Kembali lagi pada diri kita. Apakah kita sudah maksimal untuk diri kita?
Semua perkataan ini sebenarnya adalah rangkuman dari berbagai nasihat dosen yang sebenarnya tidak terima jika harus dicap atau dinilai demikian. Pada dasarnya kita semua harus saling introspeksi, dosen harus tahu keinginan mahasiswa dan kita juga harus ikut dalam aturan mereka.
So… teman-teman tetap semangat yah, jangan hanya karena Ekdas motivasi menurun. Mungkin aku tak bisa merasakan bagaimana kecewanya kalian mendapat nilai D. tapi aku berusaha untuk pahamii itu dan membantu menyampaikan aspirasi dan keinginan kalian. Semoga fenomena ini tak kembali terjadi karena jujur akan sangat menyulitkan kalian yang akan mengambil mata kuliah pilihan. Good luck semuanya :)
Mengajar saat ini? WHY NOT?
Menjadi guru atau pengajar dan pendidik sebenarnya bukan cita-cita utamaku. Dulu aku pernah ingin jadi dokter, namun nampaknya cita-citaku ini harus aku belokkan ketika aku duduk di bangku SMA yaitu menjadi DOKTOR. Menjadi seorang dosen saat ini adalah sebuah cita-cita yang sangat menggebu. Namun aku harus sadari, aku kuliah di bidang pendidikan maka aku juga harus berpikir siapa tahu aku akan jadi guru. Kenyataan ini membuat aku berusaha untuk bisa melatih diri dalam menghadapi murid. Maka aku mencoba untuk menjadi salah satu pengajar di suatu lembaga bimbingan belajar.
Sejujurnya aku juga tidak menyangka bahwa aku dapat diterima setelah mengikuti banyak tes. Aku merasa bahwa ini adalah suatu kesempatan berharga yang Allah berikan padaku. Berat sekali terasa ketika aku harus menyiapkan materi ajar, mengajar hingga malam, belum lagi harus bertempur dengan lelah, bertempur dengan tugas kuliah, perang dengan banyak sekali pertanyaan dan aku juga harus sabar ketika tidak dihiraukan ketika aku mengajar.
Beberapa bulan aku mengajar memberikan banyak pengalaman. Aku dituntut untuk bisa bergaul dengan anak murid, dituntut untuk bersikap ramah dan menarik, dituntut pula untuk cerdas dan banyak tahu tentang berbagai hal yang mungkin saja akan ditanyakan padaku oleh murid-murid.
Selain pengalaman yang horror, hehe pengalaman manis pun banyak aku temui. Aku sering dibilang cantik, imut dan muda oleh murid-muridku. Hehe…maklum jika dibandingkan mungkin umurku masih belum jauh dari mereka. Aku juga pernah beberapa kali diberi gombalan manis yang menghibur dari murid SMP laki-laki. Anak kelas 1 SMP pernah bergombal tiba-tiba seperti ini sambil menghampiriku yang sedang menulis di depan “Bu, Ibu tahu gak apa bedanya Ibu dengan patung liberti?”. Aku kaget maka aku bilang “ga tahu. Emang apa de?”. “Kalau patung Liberti itu milik Amerika, kalau Ibu milik aku…”. Dia menjawab dengan ringan dan polos sambil tersenyum manis. Serentak semua anak pun tertawa dan aku juga tersenyum. Oh… betapa tersanjungnya aku ketika itu. Walaupun itu becanda, tapi bagiku itu sangat menghibur dan membuat hati berbunga-bunga. Aku sangat sayang kalian dan rindu walaupun kalian itu sangat susah untuk belajar.
Miss you all my students. So… buat teman-teman yang masih takut untuk mengajar, jangan pernah takut. Suatu saat kalian juga akan merasakan apa yang aku rasakan. Mengajar saat ini? Kenapa tidak? Justru inilah saat untuk latihan dan ketika kita lulus nanti, bukanlah jadi ajang untuk latihan. Semangat menggapai mimpi ya :)
Bersin Itu Bukan Hal Sepele
Awalnya aku tak tahu, mengapa aku bisa bersin-bersin dengan seringnya. Setiap kali aku bersin bisa sampain 10 kali bahkan lebih. Hal ini terjadi sudah lama dimulai ketika aku masih di bangku SD. Awalnya mungkin tidak terlalu sering untuk bersin, namun hanya ditunjukkan dengan kesensitifan dan mudah untuk bersin.
Hal ini hanya aku pahami ketika aku dan orangtuaku pergi ke dokter untuk memeriksakan tubuhku. Dokter bilang bahwa aku ini alergi debu dan dingin dan dianjurkan untuk tidak bermain boneka berbulu, tidak menggunakan kasur dan bantal kapuk, tidak berada di tempat yang berdebu dan masih banyak lagi pantangan lainnya.
Pantangan akan tidak memainkan boneka berbulu sudah langsung dilakukan. Tindakan yang pertama dilakukan oleh kedua orangtuaku adalah dengan menyarankan aku untuk menitipkan semua boneka milikku itu dan merelakannya untuk menjadi milik orang lain. Sedih dan sangat sedih, karena aku harus rela untuk tidak memiliki boneka lagi. Akhirnya aku pun mau membagikannya, kecuali 1 boneka yaitu MIKI. Dialah boneka kesayanganku yang hingga kini masih aku miliki. Semuanya habis dan tinggalah MIKI sendiri yang bisa aku mainkan sesekali.
Hingga kini umurku 19 tahun, aku merasa bahwa intensitas bersinku semakin hari semakin bertambah. Aku bisa bersin hingga 20 kali setiap bersin, lalu hidung akan terasa gatal, mampet dan merah. Tak jarang cairan bening pun akan keluar dari hidung, pusing dan akan tampak seperti menangis karena air mata pun keluar. Kejadian ini makin sering terjadi dan selalu mengganggu ketika belajar dan kuliah. Kadang malu juga karena cairan bening dari hidung kadang tak terasa keluar, hehe takut dibilang jorok oleh orang lain. Temanku juga ada yang bilang “duh ulie… virus”, padahal aku sudah jelaskan bahwa aku ini alergi.
Sampai suatu ketika, aku mulai sering sakit dan terganggu akibat bersin-bersin ini. Aku memberanikan diri untuk ke dokter THT. Hasilnya, aku mengidap Rhinitis Alergi dan harus cek darah. Hasil dari cek darah adalah IgE totalnya adalah 782 yang normalnya 21. Ini menunjukkan tingkat alergi yang aku derita yaitu sudah mencapai alergi tetap/akut.
Aku shock dan sedih, bagaimana dengan pengobatannya? Dan segalanya aku pikirkan, namun aku pun disadarkan oleh kakak sepupuku bahwa ‘nikmatilah semuanya’. Setelah itu aku kembali ke dokter untuk berobat lagi. Dokter bilang bahwa memang harus berobat. Sembuh atau tidak sebenarnya adalah bagian dari ketentuan Allah. Manusia hanya bisa berusaha yang terbaik.
Penyakitku ini sebenarnya tidak akan menyebabkan kematian, namun akan mengurangi kualitas hidup. Oleh karenanya aku dianjurkan untuk menggunakan obat semprot untuk hidungku untuk bulan pertama pengobatan. Ya… tiap pagi aku harus menyemprot hidungku selama satu bulan. Hasilnya? Alhamdulillah selama menggunakan obat semprot, aku jarang bersin.
Setelah itu dokter melakukan tindakan selanjutnya yaitu memberhentikan penggunaan obat semprot. Tapi dokter berpesan bahwa ini akan sulit karena aku harus menghadapi cuaca yang kurang bersahabat. Dingin, angin, debu dan sebagainya membuat pengobatan tahap dua ini begitu sulit. Aku juga sering kambuh dan terpaksa harus minum obat ketika kambuh. Dan aku juga sempat harus pergi ke dokter umum karena demam dan kondisi sempat melemah. Dokter juga memberikan aku gambaran bahwa pada dasarnya Rhinitis alergi ini adalah penyakit turunan dan sulit untuk sembuh bahkan akan terbawa seumur hidup. Aku pun mengingat bahwa hal ini memang dari orangtuaku. Papah juga punya penyakit yang sama, dan menunjukkan gejala yang sama dengan aku. Mamah juga demikian, namun mamah sudah sembuh karena berobat di dokter THT. Hal tersebut berarti bahwa aku mendapatkan gen dari kedua orangtuaku. Aku hanya tinggal berdoa semoga aku tetap semangat.
Pelajaran penting yang aku dapatkan juga dari sebuah artikel bahwa, jangan pernah menyepelekan bersin atau pilek. Hati-hati karena ada bersin atau pilek yang bersifat pathogen. Ya… dulu aku memang menyepelekan sesuatu, ditambah orang-orang di sekitarku juga melakukan hal yang sama, yaitu menyepelekan diriku yang sering bersin-bersin. Aku tak marah, tak juga kecewa akan hal ini. Tapi harus digaris bawahi dan dipertegas bahwa anak-anakku kelak jangan sampai merasakan hal seperti aku ini. Maka, carilah jodoh yang TIDAK RHINITIS ALERGI juga.. hehehehe
So… teman-teman semua jangan sampai menyepelekan kesehatan yah. Tidak ada yang terlambat untuk sembuh dari suatu penyakit, namun alangkah lebih baik jika suatu penyakit diketahui ketika belum parah atau akut, sehingga usaha untuk penyembuhan bisa lebih maksimal. Semangat :)
Suka Duka Jadi Aslab
Apa yang kamu pikirkan tentang Aslab? Galak? Jutek? Pelit? Jahat? Sombong? Belagu? Oh… tentu semuanya itu salah.
Menjadi Asisten Laboratorium ternyata tak mudah lho. Karirku (ciee) menjadi seorang asisten laboratorium dimulai ketika aku berada di semester 4. Pertama kali dimintai bantuan menjadi aslab untuk mata kuliah Keanekaragaman Tumbuhan I. awalnya terasa begitu sulit karena harus membagi waktu sebaik mungkin. Apalagi ketika harus mengoreksi laporan praktikum. Rasanya itu merupakan pekerjaan yang berat membosankan. Selain itu menjadi aslab itu tidak boleh telat. Harus dating ke laboratorium paling lambat 30 menit sebelum praktikum dimulai. Harus membuka laboratorium, membersihkannya, menyiapkan semua alat-alat yang akan dipakai, serta harus mengembalikan semua kondisi lab ke keadaan semula, bersih dan rapih. Kesemuanya ini tidak mendapatkan imbalan. Semua ini hanya berupa pengabdian tulus kami terhadap program studi dan kesetiaan serta kepedulian terhadap perkembangan kemampuan adik-adik kami. Jangan salah… kami juga harus belajar sebelum praktikum. Otomatis tugas kami pun bertambah selain belajar materi kuliah kami sendiri dan harus belajar mengulang materi praktikum yang dulu pernah kami dapatkan. Tapi semangat dan keyakinan membuat semuanya terasa lancar.
Karir selanjutnya yaitu menjadi asisten laboratorium untuk mata kuliah Keanekaragaman Invertebrata dan Biologi Umum. Keduanya harus aku jalankan bersamaan. Hehe bisa dibayangkan begitu sibuknya ketika harus mengkoreksi laporan adik-adik praktikum KeIn dan BiUm. Hmmm semuanya dilakukan dengan sabar dan dengan enjoy. Tak jarang aku juga harus pulang malam, tak jarang juga tak tidur, demi mengkoreksinya dan harus membagi waktu mengerjakan tugasku sendiri. Belum lagi tuntutan mengajar. Yah… tapi Alhamdulillah semuanya bisa terlewati.
Pengalaman berharga yang pernah dilalui adalah ketika harus menyiapkan soal ujian praktikum. Alhamdulillah untuk mata kuliah KeIn dan BiUm aku memaksimalkan kemampuanku untuk membuat soal tersebut tentunya dengan bantuan kakak-kakak yang lain dan teman-teman. Tapi pada akhirnya akulah yang menuntaskannya. Senang dan puas ketika semua pekerjaan itu selesai. Tapi begitu tahu jawaban dari adik-adik akan soal itu, aku begitu shock dan kecewa. Karena banyak sekali yang nilainya kecil. Inilah yang menjadi kesedihan utama jika menjadi aslab. Semua bantuan, pelayan dan kesetiaan membagikan ilmu namun selalu dibayar dengan nilai kecil dari adik-adik. Ingin marah, ingin geram, resah dan berusaha untuk membantu nilai akhir dengan dongkrak cantik, namun selalu saja ada yang tidak berterima kasih. Kami tak membutuhkan ucapan “terima kasih ka”, yang kami butuhkan hanya sikap santun dan nilai dari kalian yang baik.
Kesabaran akan sangat diuji ketika ada adik-adik yang protes nilai dengan kurang sopan, hei…. Memangnya kami ini babu nilai? Kami juga perlu dihargai. Yah… tapi itulah pelajaran paling berharga. Semua manusia harus saling menghargai dan menghormati terutama kepada yang lebih senior atau lebih tua.
Kisah aneh lainnya dating dari teman-teman yang mungkin mengulang mata kuliah tersebut tapi memberikan sikap seperti tidak butuh akan nilai. Kami berusaha untuk mengingatkan bahwa nilai mereka kecil, maka turutilah peraturan yang ada. Mereka hanya bisa bolos, tidak ikut pretes, tidak mengumpulkan laporan, mana bisa kami beri nilai? Tapi pada akhirnya mereka mengeluh, meminta kebijaksanaan ke dosen, seakan-akan aslab tidak memberinya. Hei… kemana saja kalian selama ini? Hmmm pelajaran paling baik selanjutnya dan tak patut untuk ditiru adalah “jika kita yang merasa peduli dan butuh nilai untuk kita sendiri, maka berusaha dan berjuanglah untuk itu. Jangan pernah menuntut kepada orang lain bahwaa merekalah yang bertanggung jawab atas diri anda sendiri. Diri sendiri adalah tanggung jawab pribadi bukan orang lain”. Hehehe… so semangat untuk terus mengabdi karena saya, kami peduli dan mau membagikan ilmu yang kami dapatkan lebih dulu dari adik-adik :)
Rabu, 15 Februari 2012
Herpetologi In Action
Herpetologi merupakan ilmu tentang Amfibi dan Reptil. Ilmu ini dijadikan mata kuliah pilihan ketika aku menjalani semester 5. Mata kuliah ini mungkin termasuk mata kuliah yang awalnya mendapat respon kurang begitu baik karena latar belakang dosen yang mengampu mata kuliah ini. Namun ternyata aku dan sahabat-sahabat terdekatku tak menganut pendapat yang sama.
Kami sangat optimis dan tertarik bahwa mata kuliah ini akan sangat menyenangkan. Motif terbesar mengapa aku memilih mata kuliah ini adalah “aku ingin sembuh dari ketakutan terhadap ULAR”. Hehehe bagiku alas an ini sederhana dan mungkin tidak terlalu esensial. Tapi bagiku inilah cara yang bisa aku lakukan.
Hal tersebut terbukti benar, bahwa dalam mata kuliah ini kami harus melakukan penelitian lapangan. Oke… bagi orang lain mungkin ini merepotkan dan menyulitkan, tapi bagiku dan sahabat-sahabatku ini sangat menarik dan menantang.
Untuk mendapatkan nilai UTS, kami harus membuat rancangan penelitian baik tentang Amfibi maupun Reptil. Jangka waktu yang diberikan hanya 1,5 bulan. Kami (aku dan sahabat-sahabatku) memilih untuk bergabung menjadi satu kelompok yang solid agar bisa bekerja sama. Judul penelitian kami adalah “Keanekaragaman Amfibi Ordo Anura di Sungai Cilemer Gunung Karang”. Berdasarkan judul tersebut mungkin kawan-kawan semua bisa mengetahui bahwa penelitian ini dilakukan di Sungai Cilemer Gunung Karang Pandeglang.
Bisakah kawan-kawan bayangkan, keempat perempuan imut nan cantik ini harus tangguh menaklukan Sungai Cilemer Gunung Karang? Dan kami pun dapat melakukannya. Susah senang kita rasakan, mulai dari keterbatasan dana, kesehatan yang mulai menurun, tugas kuliah lain yang menumpuk. Tapi semuanya sangat memberi pengalaman bermanfaat. Belum tentu kawan-kawan lain sudah merasakan betapa sulitnya melakukan penelitian lapangan. Harus mengukur panjang sungai yang akan digunakan untuk transek, menyusuri batu-batuan, mengorek-ngorek lumpur di sawah, menangkap kodok dan katak, mengidentifikasinya, hujan-hujanan, tidur di lantai, menahan lapar dan semuanya itu kami berhasil lakukan.
Tak ada yang menyangka ketika semua perjuangan yang telah dilakukan hanya diberi harga B pada nilai akhirnya. Tapi semuanya tak pernah disesali. Kepuasan kami membuat kami bahagia dan menghargai hasil kerja kami itu. Banyak hikmah dan pengetahuan yang kami dapat. Kami bisa membedakan Rana erythrea seperti gambar berikut:
Kami juga bisa membedakan Occidozyga lima:
Ada juga Fajervarya cancrivora dan Fajervarya limnocharis yang ternyata sulit sekali untuk dibedakan:
Serta mendapatkan Bufo yang sepertinya merupakan Bufo biporcatus:
Semua spesies ini dapat kita ketahui setelah kita tidur di lantai rumah kakak kita, kita begadang di depan rektorat kampus sampai jam 2 pagi dalam kondisi hujan, gelap, dingin. Namun, satu hal yang menjadi kekuatan adalah kekompakkan, kesabaran dan semangat yang tak henti-hentinya sirna. Penelitian ini juga tak dapat berjalan jika tidak adanya bantuan dari saudara-saudara kami. Seperti Ka SA, yang mau mengijinkan kami menginap di rumahnya, mengantarkan kami sampai tempat penelitian, Ka AM yang senantiasa menemani kami, membantu menangkap kodok dan katak, mengingatkan kami barang-barang yang harus kami bawa dan leluconnya yang sangat menghibur, tak lupa sahabat kami juga mau menemani kami YF dan WH. Mereka mau menjaga kami dan setia menemani. Semua sahabat lain yang tidak ikut juga ternyata memikirkan kami dan mau mendoakan dan memberikan solusi terbaik agar ada yang bisa menemani kami penelitian. Terima kasih sahabat :)
Hikmah dari semuanya adalah janganlah kita hanya ingin belajar dari tulisan, tapi belajarlah dari apa yang kita lakukan. Tulisan bisa dihapus, namun perbuatan tidak bisa dihapus. Jangan juga menilai sesuatu dari hal-hal yang dianggap tabu atau sedang menggema, tapi gunakanlah hati termasuk dalam kuliah. Jadikanlah sesuatu yang kurang maskimal kita dapatkan sebagai sesuatu yang memuaskan karena memang itulah yang dapat kita lakukan.Kekompakkan, rasa persahabatan dan persaudaraan membantu memberikan kekuatan sehingga semangat terus mengalir walau dalam kondisi yang sulit. Jangan takut untuk mencoba hal baru dan jangan mau untuk terus berada dalam hal-hal yang monoton :)
Jari Manis pun Akan Terangkat
Yap, ketika kita menghitung 1..2..3.. dengan jari tangan, maka yang akan kita angkat adalah jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Keberadaanku di kampus ini tak terasa sudah 3 tahun berjalan. Bukanlah waktu yang sebentar tapi jujur sangat cepat sekali berlalu. Begitu banyak kisah yang mungkin tak dapat diceritakan dan diungkapkan satu per satu. Banyak hikmah dan konflik yang mungkin dapat menguras pikiran dan hati. Namun, anggaplah hal yang lalu itu pelajaran berharga.
Mata kuliah yang diambil semester ini hanya 7 dengan beban sks hanya 17 sks. Bukan karena aku tak bisa mengambil semua sks, namun karena mata kuliah yang harus kuliah tinggal segitu adanya. Aku pun harus tidak lagi memikirkan hal-hal sepele yang dapat merusak semangat. Dan dituntut untuk berpikir lebih luas dan umum lagi. Harus lebih sabar, semangat dan menghadapi semuanya dengan tenang, yakin dan penuh pemikiran yang dewasa.
Kadang aku kurang nyaman ketika ada orang yang bilang “Ul, lu kaya semester 8 deh”. Jujur, aku ingin sekali bilang bahwa, semuanya pasti nanti akan merasakan semester 8, so? apa hubungannya dengan dia? Hanya bisa berkomentar dan berkomentar. Tapi itu semua menjadi pelajaran penting bagiku bahwa menjadi orang yang banyak berkomentar itu sungguh tidak berguna. Lebih baik berkomentarlah yang baik lalu ada implementasinya. Komentar seseorang memang mencerminkan latar belakang cara berpikirnya dan aku menerimanya.
Konflik-konflik seperti ini mungkin akan lebih sering lagi terjadi dengan tingkat yang lebih kompleks. Tapi ingatlah satu hal bahwa, ketika jari kelingking terangkat, maka itulah waktunya untuk kau telah bebas dan menghadapi dunia nyata dan bukanlah berada terkurung dengan tujuan tidak terarah.
Semoga… disaat jari manis ini terangkat, hari-hari akan terasa indah walau dalam kondisi tak indah. Selalu percaya bahwa Allah akan selalu memberi kemudahan. Amin
A Wonder Women is Beautiful
Kau tahu? Aku berpikir bahwa kecantikan seorang perempuan itu terpancar dari kekuatannya. Ibuku, seseorang yang tangguh. Tangguh dalam merawat dan membesarkan kakakku yang sakit hingga berumur 22 tahun saat ini. Dia juga tangguh dalam menggantikan papa dalam mencari penghidupan keluarga. Dia tangguh dalam menghadapi cobaan hidup ini. Dia juga tangguh dalam membentuk pribadiku, dimana dalam keadaan apapun janganlah jadi terpuruk, tapi justru harus bangkit dan berdiri. Bagiku dia sangat cantik, karena ketangguhan yang dia miliki. Walau pun aku sangat sadar, aku dan dirinya tak jarang bertengkar ketika aku harus begini dan begitu namun aku tak mau.
Jika aku harus bilang, aku tak ingin melihat air matanya mengalir lagi. Aku ingin segera jadi orang agar bisa membahagiakannya dan melihatnya selalu tersenyum senang. Darinya lah aku belajar untuk menjadi tangguh juga. Aku benci jika aku menangis, tapi aku sadari bahwa cara yang terbaik untuk diriku agar aku dapat bebas dari beban pikiran dan perasaan adalah dengan menangis.
Aku selalu bersyukur ketika tangisanku terhadap masalah belum seberapa jika dibandingkan dengan orang lain, seperti temanku. Tiap hari harus banting tulang untuk mengajar mendapatkan ongkos untuk dia kuliah. Tak jarang mungkin dia tak makan 3 kali sehari. Dia selalu dating malam hari, jam 11, kemudian berangkat lagi pagi dan subuhnya membantu orang tuanya dulu untuk menyiapkan dagangan. Bagiku dia dan mama adalah “wonder women” yang cantik. Sangat cantik sehingga menginspirasi hidupku.
Aku hanya bisa berdoa untuk mama, “semoga panjang umur sehingga kelak kau akan lihat aku berhasil”. Dan doa untuk sahabatku “semoga Allah akan selalu memberi kemudahan padamu”.
Pengalaman Lolos OSN PTI Pertamina Biologi 2010
Aku tak merasa hebat ketika aku bisa bilang bahwa aku banyak mengikuti olympiade, dulu. Aku juga tak merasa puas dengan semuanya. Tapi aku bersyukur ketika aku banyak diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakan berbagai pengalaman berharga yang tak semua orang bisa merasakannya.
“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika Allah menghendaki semuanya untuk terjadi”. Ketika aku berdoa, ketika aku berusaha maka semuanya akan menjadi mungkin terjadi ditambah takdir yang sudah ditetapkan Allah.
Aku merasa sangat bersyukur ketika aku mendapat kesempatan lagi untuk mengikuti hal-hal yang berbau prestasi dikala aku mengenyam pendidikan di perkuliahan. Usaha dan semangatku memang tak sia-sia karena aku bisa mewakili Banten untuk ajang Olympiade Biologi di tingkat Nasional pada tahun 2010 lalu. Jujur, itu merupakan hal yang menantang dan tidak disangka. Karena aku harus menyisihkan kakak-kakak tingkatku yang notabene nya sudah semester atas. Selain itu aku juga harus menyisihkan orang-orang hebat dari Universitas lain. Betapa sungguh luar biasanya nikmat yang Allah berikan padaku saat itu.
Untuk mencapainya, aku harus rela dan semangat membagi waktuku antara kuliah, tugas, persiapan UTS, organisasi, pekerjaan rumah dan tentunya tambahan belajar untuk ajang ini. Banyak sekali kesulitan yang aku temui. Dan aku juga harus merasakan tidur terkapar di depan leptop kakak sepupuku karena jujur, dulu aku belum punya leptop. Semua dukungan mengalir kepadaku, terutama MAMA. Dialah yang membuatku yakin. Doanya membantuku sehingga aku pun bisa mewakili Banten di ajang Nasional ini.
Momen ketika aku tahu bahwa aku pemenangnya itu sangat berkesan. Aku telat untuk mengikuti acara pengumuman pemenang. Ketika itu aku dan kawanku kebingungan mencari ruangan tempat acara pengumuman dilakukan. Akhirnya aku mengirimkan sms kepada ketua pelaksana untuk menanyakan dimana tempat acara berlangsung. Aku pun menuju kesana sesegera mungkin.
Ketika aku masuk dan menengokkan kepalaku ke dalam ruangan, bapak ketua pelaksana kegiatan langsung menanyakan “Kamu Yulia?”. Aku pun menjawab “Iya Pak!” dan dengan serentak suara tepuk tangan pun menggema aku pun ditarik dan dipersilakan maju ke depan dan orang-orang pun menjabat tanganku. Aku bingung, linglung dan tampak seperti orang bodoh. Akhirnya aku pun tahu, bahwa akulah pemenangnya di bidang Biologi.
Tak tahan aku pun ingin menjerit dan menangis haru. Tak lupa ucap syukur pun aku sampaikan “Alhamdulillah ya Allah”, Engkau masih beri aku kesempatan untuk terus berusaha yang lebih baik lagi bukan hanya untuk aku dan keluargaku tapi untuk Kampus dan Provinsi ini.
Pengalaman di Nasional sungguh berkesan. Aku merasa bahwa aku ini masih kecil. Bukan saja umurku yang paling muda disana, tapi pengetahuanku masih belum ada apa-apanya. Hal ini dipertegas lagi dengan gagalnya aku untuk masuk tahap presentasi.
Aku merasa bahwa itu bukanlah kegagalan tapi merupakan hadiah berharga. Aku banyak bertemu dengan orang-orang hebat dari ITB, UI, UGM dan seluruh daerah lain termasuk dari Papua. Mereka adalah orang-orang terpilih yang hebat. Disanalah aku dapat berlibur di hotel berbintang 5, menikmati liburan di saat teman-teman mungkin menikmati perkuliahan. Jalan-jalan gratis, makan enak dan banyak lagi. Saat-saat seperti ini memang pernah aku rasakan berulang kali ketika aku duduk di SMP, namun dengan keadaanku yang baru membawa Banten dan Universitasku, aku merasa sungguh luar biasa.
Dan satu hal yang harus teman-teman rasakan juga, pengalaman adalah hal terindah yang dapat kita jadikan pelajaran. Seseorang yang hebat bukanlah yang banyak menang, tapi banyak kalah dan banyak mempelajari kesalahan dari kekalahan. Sehingga suatu saat kitalah pemenangnya. Semangat untuk semua J. Kalian juga pasti bisa melakukan hal-hal hebat dan seru lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)





