Kamis, 22 Desember 2011

Why always me?

Pertanyaan singkat namun itu bagus. Kenapa selalu aku?
Karena hanya aku yang tahu siapa diriku
Karena hanya aku yang tahu mana keluargaku
Karena hanya aku yang tahu dimana rumahku
Karena hanya aku yang tahu apa yang ada dalam jiwa ragaku
Karena hanya aku yang tahu apa yang ada dalam pikiranku
Karena hanya aku yang tahu apa yang ada di hatiku
Karena hanya aku yang tahu, mana yang baik dan mana yang tidak baik untukku
Karena hanya aku yang tahu apa yang aku butuhkan
Karena hanya aku yang tahu apa yang harus aku lakukan
Karena hanya aku yang tahu apa yang aku rasakan
Karena hanya aku yang tahu apa yang aku inginkan
Karena hanya aku yang dapat menentukan pilihan terbaik untukku
Karena hanya aku yang dapat membuat suatu kebahagiaan atau kesedihan untuk diriku sendiri
Karena hanya aku yang dapat membuat kebahagiaan dan kesedihan itu tampak nyata atau tidak
Karena hanya aku yang akan menerima konsekuensinya ketika kebahagiaan itu nyata atau tidak
Karena hanya aku yang akan yakin dan bermimpi bahwa akan ada kebahagiaan
Karena hanya aku yang mampu menjadikan mimpi itu menjadi nyata
Karena hanya aku yang harus membuat nyata semua hal dengan kejujuran
Karena hanya aku yang mampu memberikan kejujuran pada diri sebelum jujur kepada orang lain
Karena hanya aku yang dapat mengucapkan semua hal dengan jujur pada orang lain
hanya karena aku tidak dapat melakukan itu, i mungkin tidak bisa mendapatkan suatu kebahagiaan
hanya karena aku tidak melakukan itu, mungkin saja ada banyak orang lain yang merasa sedih dan sakit karena aku
hanya karena aku tidak jujur pada diriku sendiri, mungkin saja ada banyak penyesalan dalam hati
hanya karena.............
banyak beralasan yang membuat seseorang tak mampu melakukan suatu hal dengan jujur :)

Jumat, 25 Februari 2011

Pesan Singkat


Semoga dalam tidur lelapmu, bisa kau petik buah mimpi terindah. Buah yang penuh akan vitamin kepercayaan diri, anti oksi pesimistis, mineral-mineral semangat, gula kekuatan, dan nutrisi keikhlasan :)
Kita semua peduli padamu...

Senandung Persahabatan

Bila kita dapat memahami
Matahari pun menerangi kita dalam kehangatan
Hingga sang rembulan bersenandung
Menina-bobokan seisi dunia
Dalam lelap setia..tanpa terpaksa

Bila engkau dapat mengerti
SAHABAT adalah SETIA
Dalam SUKA dan DUKA
Kau kan dapat berbagi rasa untuknya

Begitulah seharusnya jalani kehidupan
SETIA... SETIA... dan TANPA TERPAKSA

Mengapa bintang bersinar?
Mengapa air mengalir?
Mengapa dunia berputar?
Lihat segalanya LEBIH DEKAT dan kau akan MENGERTI....

>> dipersembahkan untuk sahabat-sahabatku tercinta

Selasa, 22 Februari 2011

Pangeran Singgasana Kursi Roda dan Puteri Sebongkah Batu


Aku dilahirkan 18 tahun yang lalu pada hari rabu di rumah seorang bidan di kota kuda. Aku terlahir sebagai seorang puteri dari keluarga berencana. Aku mempunyai satu orang kakak laki-laki  dan dialah pangerannya.
Sang pengeran lahir dua tahun sebelum aku lahir. Dia adalah pangeran tampan yang terlahir normal hingga suatu kecelakaan pun terjadi. disaat umrnya yang baru satu hari itu, ada anak kecil yang berniat menjenguk mamah dan pangeran itu di rumah. Dia menyukai pangeran dan mungkin berpikir bahwa bayi kecil itu boneka yang menggemaskan. Untuk mengamankan sang pangeran, papahku berniat memindahkannya ke dalam boks bayi agar lebih aman, tapi kecelakaan tidak bisa dihinrai. Ketika anak kecil itu kesal dia memukul. Yang dipukul adalah kepala sang pangeran yang masih hangat, lembut dan lunak. Kejang-kejang pun terjadi, dan sang pangeran dibawa ke RS. Penanganan yang diberikan dokter ternyata salah. Bayi yang sedang kejang-kejang malah disuntik dan dengan obat yang bukan untuk bayi. Hal tersebut mungkin mengurangi efek kejang yang terjadi. namun begibilah hasilnya sekarang.
Sang pangeran tumbuh dengan saraf motorik di kepala yang putus atau terjepit. Sehingga kaki dan tangannya kaku untuk digerakkan. Akibatnya, setiap perpindahan jauh yang dia lakukan harus dengan kursi roda, singgasananya. Dia selalu berselimutkan kesabaran. Dana untungnya kecelakaan itu tak sampai mengenai sistem IQ di otak. Sehingga pengeran bisa bersekolah dan belajar. Namun, cita-cita, harapan dan mimpinya harus terputus karena pada waktu itu sulit sekali menemukan sekolah inklusi yang menerima anak-naka seperi sang pangeran. Dan diputuskanlah bahwa dia harus tumbuh dan belajar terbatas di rumah. Sang pengran selalu menitipkan cita-cita, mimpi serta harapannya padaku. Yaa.. padaku sanag puteri yang terlahir dua tahun setelah ia lahir. Aku tumbuh normal seperti anak lainnya. Dari kecil aku selalu belajar berbagi kepada kakaku, dan mamahku selalu bilanga kalau ”suatu saat kedua orangtuaku pasti akan mentipkan sang pangeran padaku”
Aku bukanlah gadis manja, karena dari kecil aku dididik untuk kuat dan menjadi seorang yang tangguh dalam kondisi apapun. Ada sebongkah batu yang selalu dititipkan padaku oleh papah, mamah dan sang pangeran. Sebongkah batu yang penuh mimpi, cita-cita dan harapan. Sebongkah batu ini harus aku pikul dan aku bawa hingga suatu saat aku bisa meletakkannya dan menjadi pondasi dari istana yang akan kubuat kelak.
Sang pangeran hingga kini selalu mengantarkan do’a dan kasih sayangnya padaku tiada tara. Aku juga begitu menyayanginya. Dan aku berjanji, aku ini kuat. aku belumlah jadi orang, orang yang sesungguhnya mampu menyediakan istana bagi orang-orang terkasihku. Yang sanggu]p aku lakukan saat ini hanyalah memberikan yang terbaik dan kebanggan terhadapa mereka. Kebanggan yang harus aku tebus dengan peluh dan airmata. Setiap perjalanan selalu ada liku dan tanjakan. Aku yakin kepedihan selalu berpasangan dengan kebahagiaan. Semoga ini semua menjadi inspirasi dan motivasi teman-teman dan saudaraku semua. Nothing impossible if we do the best :)

Pengkolan CINTA


Kau tahu?
Di kampusku ada sebuah tempat istimewa. Tempat itu selalu ramai dipenuhi mahasiswa. Kegiatan yang mereka lakukan disitu adalah memainkan jari jemari di atas keyboard laptopnya, mengerjakan tugas bersama, rapat kecil organisasi, kumpul-kumpul biasa, ngobro dan bersenda gurau, atau janjian bertemu dengan kekasihnya.
Di samping tempat ini terdapat pohon besar yaitu pohon ketepang.
Aku menyebutnya pengkolan karena posisinya yang terletak di sebuah pengkolan atau belokan dekat masjid. Arti kata cinta disini luas. Cinta pada teman-teman, cinta pada kuliah, cinta pada tugas, cinta pada organisasi, cinta pada kekasih, dan yang paling utama cinta pada Allah. Posisinya yang strategis dan tepat bersebrangan dengan masjid selalu aku jadikan indikator apakah kita semua yang ada disitu akan langsung berhamburan ke masjid ketika adzan berkumandang ataukah tidak?
Pengkolan cinta ini juga merupakan tempat kenanganku. Tempat sasaran utama mataku mencari cinta. Dimana aku bisa menemukan dia, melihat kondisinya, kuruskah? Atau gemuk kah? Atau bahkan aku hanya bisa melihat teman-temannya saja dan bertanya-tanya dalam hati ”ko dia ga ada?”. yah... itulah kenangan, itulah kebiasaan lamaku yang aneh. Weits, pengkolan cinta ini juga tempat mencurahkan isi hati. Bentuk cinta yang dicurahkan bermacam-macam bentuk dan kondisi. Bisa dengan marah, sewot-sewot, senyum-senyum bahagia bahkan air mata. Coba saja kita perhatikan. Banyak sekali orang yang suka berada disana dan mencurahkan segala ekspresi yang beragam. Aku pun kadang tak mengerti mengapa satu tempat kecil seperti itu saja bisa kaya akan ekspresi. Subhanallahu...
Pengkolan terdengar romantis dan lucu bagiku. Oleh karena itu aku pernah tak sengaja menyebutkan ini pada sahabaatku. Dia pun tertawa dan tersenyum geli karena dia langsung paham mengapa aku bisa menamainya Pengkolan Cinta.
Aku pikir tempat ini akan abadi bersama kenangan dan khayalanku. Seiring berjalannya waktu, pengkolan cinta ini pasti akan lebih dinamis dan berwarna seperti taman bunga yang indah.

Senin, 21 Februari 2011

Masa-Masa kejayaan


Aku menginjakkan kaki ini di sekolah favorit di kota tempatku dilahirkan dengan mudah. Ya… disaat anak-anak seumurku yang lain sedang pusing memikirkan nem masuk SMPnya bagaimana, tapi aku sudah diterima di SMP ini jauh sebelum ujian dimulai. Dengan penuh kepercayaan diri dan rasa bangga, aku pun menjalani hari-hariku di SMP ini dengan ceria. Sekolah ini merupakan saksi bagaimana aku berjuang, sekolah ini juga merupakan pendengar setia setiap gaungan namaku yang terdengar di setiap penjuru sekolah. Aku tak ingin sombong, tapi ini cerita semoga menjadi motivasi untuk kalian semua.
Tahun pertama yang aku jalani penuh rintangan dan hambatan. Aku harus beradaptasi dengan teman-teman yang berbeda gaya hidup. Aku pun menyeimbangkan dan selalu mawas diri di setiap aku berada. Di pundakku terdapat nama besar SD tempatku dulu belajar sebagai peraih juara 1 LCT BIOFISMA, sebuah kompetisi mata pelajaran eksak antar SD. Hal demikian mengakibatkan setiap guru mata pelajaran eksak seperti yang memberi stabilo dalam tubuhku. Aku seakan jadi pusat perhatian atau target utama pemangsaan mereka. Gerak-gerikku diawasi, nilai-nilaiku ditandai, perkembanganku di akademik dan lain sebagainya. Semua itu adalah konsekuensi yang harus aku terima karena aku masuk sekolah itu denga tiket juaraku.
Sungguh berat beban nama yang aku sandang. Aku pun selalu bertekad, aku harus mempertanggungjawabkan gelar itu dan akan kubuktikan bahwa itu bukanlah keberuntungan semata yang bisa terhapus begitu saja. Tapi akan aku buktikan bahwa itu memang nyata karena hasil kerja kerasku selama aku belajar di SD.
Bentuk pertanggungjawabanku adalah melahirkan prestasi juga di SMP. Ya... dan itu tidaklah mudah. Masa puberku ini aku jalani dengan riang gembira. Aku mengalami banyak hal. Mulai dari genk-genkan dengan teman-teman, kisah cinta monyet yang berbunga di SMP setelah di SD terpisah 1 tahun, kisah perlakuan tak layak dari kakak kelasku dalam organisasi karena ”urusan pribadi” mereka, persahabatan yang kacau balau karena cinta segitiga, kecurangan dalam kepemimpinan organisasi dan itu diberikan padaku, dan persaingan akademik antara aku dengan pacarku. Itu semua terjadi selama tiga tahun aku duduk di SMP.
Selama itu pula, aku berusaha untuk mempertahankan kemajuan akademikku sehingga mengalami kemajuan pesat. Seleksi tingkat sekolah bidang olympiade sains study biologi mengantarkanku ke gerbang nasional. Dalam masa-masa ini aku diberi kesempatan emas untuk dibina oleh perguruan-perguruan tinggi negeri yang ternama. ITP, IPB, UI, UNDIP, ITS dan sebagainya. Selama dua tahun aku dibina. Setiap dua minggu aku harus mengikuti tutor dengan dosen-dosen terbaik dari perguruan tinggi yang sudah disebutkan. Tiap dua bulan sekali, aku juga mendapatkan gaji. Hehehe bayangkan? Aku dapat ilmu dan gaji selama pembinaan itu. Setiap 4 bulan aku juga harus berkunjung untuk study di kampus IPB dan ITB. Aku mendapatkan pengalaman berharga, teman-teman baru yang berasal dari daerah berbeda. Semua itu aku jalani sebagai bentuk menyenangkan diri sendiri. Aku sangat bersyukur ketika akhirnya aku diutus untuk mewakili provinsi JABAR di tingkat nasional. 7 hari di Semarang merupakan hadiah terindah. Jalan-jalan gratis, bertemu teman-teman baru dari seluruh indonesia, menginap di Grand Candi hotel bintang tujuh terkenal, mendapatkan gaji yang tak terbayangkan, dan masih banyak hal yang menakjubkan lainnya. Tidak hanya aku yang bangga, keluarga besarku, guru-guru, kepala sekolah, teman-teman, tetangga rumah, bahkan bupati kota tempatku tinggal ikut berbangga dan memberikanku penghargaan di acara khusus. Ini adalah mimpi. Mimpi yang sudah kualami, mimpi nyata yang takkan pernah dilupakan sampai akhir hayatku. Allahu akbar!!!
Semua ini aku dapatkan ketika kondisi keluargaku yang tak tenteram. Aku berada di bawah tekanan dan kepedihan. Tapi inilah hal terbesar yang kulakukan dan berhasil menyatukan kepingan-kepingan cinta dalam keluarga.
So... teman-temanku, adik-adikku dan saudara-saudaraku semuanya, keluarga adalah hal terpenting dalam hidup. Ditengah keterpurukan, kita harus bisa bangkit. Tak apa kita hanya sendiri, karena aku yakin yang lain pun akan ikut menyusul untuk bangkit. Berusahalah melakukan hal terbaik untuk diri kita dan buatlah mereka semua tercengang dengan apa yang tlah kita lakukan untuk mereka. Mereka pun akan berpikir jutaan kali untuk meninggalkan kita.
I Love You All...
Be the best, by do the best, but don’t feel the best! J

Request from W.M.E


Oke.. sebenarnya tulisan ini dibuat karena ada yang “panas” pengen dapet tulisan juga setelah membaca Surat untuk T.K.F dan Surat untuk W.S.R. hehehehe peace :D

Hai… W.M.E
Sejauh ingatanku ke belakang, satu kalimat yang tak akan pernah aku lupakan saat kita sedang berbincang-bincang di lorong gedung A lantai 2. saat itu kamu bilang “Gua tuh BENCI sama lo dari awal!!!”
Jujur… bagiku kalimat itu bagai skak mat dalam pertandingan catur. ”SKAK”... Aku sendiri bingung harus senang atau sedih. Di satu pihak aku bersyukur karena aku mendapatkan alat introspeksi diri yang bagus, yaitu melalui kamu yang melontarkan kalimat pedas itu. Tapi di pihak yang lain merasa sangat sedih mendengarnya.
Sejak saat itu aku berpikir keras dengan melakukan flashback apa saja yang telah aku lakukan. Dan aku pun bertekad dengan semangat untuk mencoba berubah. Aku pun berubah menjadi orang yang mulai sedikit membaur dengan teman-teman yang lain. Yang jadi masalahku, aku masih terlena dengan kebiasaan lama saat aku di SMA. Di kelas aku belajar dengan giat, tak pernah kenal leha-leha hanya dengan 4 ORANG teman saja. Aku jadi merasa sangat kikuk dan sulit sekali menghadapi begitu banyak teman di kelas. Maka dari itu, aku pikir bahwa aku bisa berubah tapi dengan perlahan. Aku begitu bukan berarti sombong, tapi sulit sekali untuk memulai. Sebenarnya aku memperhatikan semua teman-temanku, termsuk kamu. Tapi bagiku cukup aku tahu dan tak perlu aku gembar-gemborkan. Tapi mungkin orang-orang memandang itu lain. Aku pun mencoba untuk mulai hanya mengobrol atau bercanda dengan yang lain. Jika kamu perhatikan, sekarang aku mungkin sedikit berubah. Iya kan?
Itu berkat hasil usahaku dengan giat. Entah apa dan bagaimana sesungguhnya aku berubah, tapi yang jelas aku bisa sedikit berubah.
Sepanjang perjalanannya, aku melihat kamu tak lebih sebagai seorang yang misterius yang punya banyak masalah yang kau rawat baik-baik dalam otak dan hatimu. Mungkin masalah dan rahasiamu yang dismpan telah menjadi barang-barang antik dan kau tak lebih dari sebuah museum. Aku jujur, itulah gambaran pertama yang bisa ku tangkap tentang dirimu. Tapi aku sadar diri ketika aku melihat ekspresimu selalu menakutkan terhadap teman-temanmu yang seperti aku. Kalimat pedas yang kau lontarkan sebenarnya sangat sinkron dengan ekspresi yang kau keluarkan padaku. Ekspresimu seperti yang tak suka dan risih. Berbeda dengan ketika kau dekat dengan teman-temanku yang lain. Bahkan ketiga sahabatku pun bisa dekat denganmu, tapi aku sendiri dulu tak merasa demikian. Aku tak tahu salahku saat itu apa. Tapi mungkin kedekatanmu dengan ketiga sahabatku itu, membuatku menjadi ikut-ikutan dekat. Dan jalinan cinta kamu dengan T sahabatku mungkin yang menjadi puncaknya. Ya.. kita bisa jadi lebih dekat karena sering bertukar cerita. Hehehe...
Saat ini kau telah jadi bagian dari sahabatku, ya... sahabatku.
Cerita tentang alter ego yang kau punya sungguh takjub bagiku dan memang aku pun tak heran jika orang sepertimu bisa demikian.
Aku hanya ingin mengatakan satu hal
”menarik atau tidaknya kehidupan seseorang itu RELATIF. Tergantung dari cara memandangnya. Buatlah kehidupanmu menarik cukup untuk dirimu. Orang lain pasti akan melihatnya lebih menarik ketika kita memang telah membuatnya menjadi menarik.”
Kata-kataku memang selalu menjadi seperti kata-kata anak kecil yang dewasa sebelum waktunya, tapi inilah yang bisa aku sampaikan J

Korelasi antara “Kenaikan Berat Badan dengan Penurunan IP”


Kenaikan berat badan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Bisa karena peningkatan jumlah dan frekuensi makan, kurang olahraga, penimbunan lemak, mengidap penyakit tertentu dan sebagainya.
Dalam kasus yang terjadi dalam kehidupanku saat ini, kenaikan berat badanku yang pesat bisa dikarenakan oleh peningkatan jumlah dan frekuensi makan dan kurang olahraga. Hal ini diawali dengan meningkatnya nafsu makan. Aku merasa bahwa selama satu semester ini badanku sangat ”ringsek” setelah berbagai kegiatan yang aku jalani. Hal tersebut aku obati dengan makan atau ngemil yang banyak. Aku enjoy menjalaninya sehingga suatu ketika aku sadar bahwa badanku menjadi lebih lebar dari biasanya. Selain itu, nafsu untuk tidur pun menjadi meningkat. Aku pun menjadi sangat mudah untuk tidur. Dimana pun dan kapan pun jika situasi kondisi memungkinkan, aku pasti tidur pulas. Aku tak mengerti kenapa bisa seperti ini.
Dalam satu hari aku dapat menghabiskan setengah waktuku di kampus. Kuliah, tugas, Hima, main dan sebagainya sepertinya merupakan rutinitas wajibku di semester ini. Sehingga aku bisa berangkat pagi ke kampus dan pulang malam. Hal tersebutlah yang mungkin tlah mengakibatkan tubuhku sangat ”ringsek”. Akibatnya aku pun jadi tak kuat lagi untuk belajar hingga larut malam. Porsi belajar yang kurang pun mengakibatkan nilai yang kucapai semester ini tak maksimal. Hasil akhirnya adalah IPku turun 0,2. ini memang masih dibilang penurunan yang kecil, namun tetap saja bagiku ini harus aku atasi dan harus direstorasi. Jika tidak ini akan menjadi tidak baik untuk ke depannya. Semoga aku bisa memperbaikinya.. aminnn... J

Roda Dunia


18 Februari 2011

Aku baru percaya bahwa memang kehidupan itu selalu terulang. Terulang bisa karena 2 hal. Pertama, kita melakukan suatu hal yang sama, kedua mungkin karena ini memang takdirnya. Ketika aku diberi bukti otentik dari pengulangan suatu hal dalam kehidupan, aku sangat takjub dan kepikiran.
Kita hidup di dunia. Tepatnya di planet bumi. Planet bumi punya waktu rotasi dan revolusi. Keduanya adalah sama-sama berputar. Rotasi adalah perputaran bumi pada porosnya. Sedangkan revolusi adalah berputar mengelilingi matahari. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya siang dan malam, terjadinya hari, minggu, bulan dan tahun. Semua ini mengalami pengulangan.
Ketika seorang manusia yang punya jalan kehidupan tertentu dan dia tinggal di bumi, maka kehidupannya pun akan ikut berputar mengalami pengulangan. Dalam kasus seperti ini, hanya akan timbul dua pilihan. Pertama, mengulangi kesalahan yang sama pada pengulangan kedhiupan itu atau kedua, berhenti dan berusaha melakukan hal yang terbaik dari pengalaman yang sudah pernah terjadi.
Begitulah roda dunia. Akan terus berputar hingga akhir zaman. Sebuah akhir yang tidak kita ketahui. Banyak sekali skenario yang akan terus diulang untuk kita pelajari bukan untuk kita buat kesalahan yang sama.

”two thumb for My Ipar W.M.E”

Kamis, 17 Februari 2011

Mobil vs Hidup

Diumpamakan kita akan mengendarai sebuah mobil dari Cilegon ke Kuningan. Mesin mobil kita nyalakan dan pedal gas kita injak. Roda mobil akan berputar dan mobil pun melaju. Dalam perjalanannya kita akan memasuki jalan bebas hambatan, jalan utama ataupun jalan alternatif. Tekstur jalan yang kita lalui pun tidak selamanya mulus. Ada yang penuh lubang, ada yang dilengkapi denga polisi tidur yang berjajar, ada tikungan tajam, ada tanjakan yang terjal, ada jalan sempit, ada jalan lebar, dn sebagainya. Selain itu kita juga akan bertemu dengan banyak kendaraan lain. Ada mobil truk, bus, mobil boks, sepeda motor, dan kendaraan lainnya. Dalam kondisi tertentu, kitra juga akan menginjak pedal rem sehingga kecepatan mobil berkurang sehingga perlahan roda pun akan berhenti berputar. Semua itu kita hadapi dan harus kita lalui dengan hati-hati, cermat, dan teliti sebagai sebuah tantangan dan harus berani mengambil resiko.
            Begitu juga dengan hidup. Kehidupan yang kita jalani bisa diumpamakan sebagai sebuah jalan yang kita lalui. Kita sendiri sebagai mobilnya yang akan kita arahkan untuk melewati jalan kehidupan. Kehidupan dipenuhi dengan masalah-masalah yang terjadi, keadaan sedih, senang, bahagia, duka, rasa kehilangan, kasih sayang, keadaan dilematis dan lain sebagainya. Untuk itu, kita hanya memerlukan sabar, hati-hati, teliti, & cermat dalam melalui semuanya. Setiap makhluk hidup memiliki titik finishnya masing-masing. So... jalani dan lewatilah jalan kehidupan kita dengan sabar dan penuh keikhlasan.

Kabinet Fotosintesa




Tahukah kamu apa itu fotosintesa? Anak Biologi harus tau donk....
Fotosintesa yang lebih akrab disapa fotosintesis itu merupakan kemampuan yang dimiliki oleh tumbuhan berupa rangkaian reksi kimia penyusunan senyawa kompleks dari senyawa-senyawa yang lebih sederhana sehingga menghasilkan makanan untuk pertumbuhan dan energi. Dalam proses fotosintesa kita membutuhkan bahan dasar atau modal seperti halnya ketika kita akan memasak. Bahan dasarnya sederhana yaitu berupa air (beserta garam dan mineral terlarut), CO2 (karbon dioksida), cahaya matahari dan klorofil (yang terdapat dalam kloroplas). Proses ini nantinya akan menghasilkn produk berupa oksigen dan karbohidrat. Oksigen merupakan salah satu produk yang luar biasa karena ketersediaannya di alam sangat penting, yaitu untuk proses pernafasan makhluk hidup. Karbohidrat yang terdpat dalam kentang, singkong, beras dsb merupakan produk fotosintesa yang berpengaruh terhadap ketersediaan energi dalam tubuh makhluk hidup. Betapa luar biasanya bukan fotosintesa ini? Iya donk.... Maha Besar Allah atas segala Ciptaan-Nya....
            Tahun 2011 ini,  Hima Prodi Pendidikan Biologi ingin mengibaratkan kepengurusannya sebagai sebuah tumbuhan (pohon). Keluarga HimaBio adalah sebuah pohon yang terdiri dari akar, batang, dan daun. Akar, batang dan daun ini terdiri dari bermacam-macam jaringan, yaitu jaringan dasar (parenkim), jaringan pelindung (epidermis), jaringan pengangkut (xilem dan floem), dan jaringan penguat atau penyokong (kolenkim dan sklerenkim). Ibarat tumbuhan, HimaBio juga terdiri dari berbagai bagian yaitu 7 department yang memiliki fungsi yang spesifik. 7 department ini bergabung menjalankan sebuah proses layaknya fotosintesa. Semua bahan yang digunakan dalam proses ini adalah semua kemampuan yang dimiliki oleh pengurus HimaBio mulai dari keterampilan, prinsip, cara pikir, kemampuan akademik, kemampuan public speaking, dsb. Kemampuan-kemampuan tersebut diplikasikan dengan perpaduan berbagai ketersediaan sumber daya yang ada di Prodi Pendidikan Biologi yang nantinya akan diproses dalam suatu program kerja sehingga menghasilkan produk. Produk dari proses tersebut berupa manfaat yang akan ditranslokasikan kembali pada bagian-bagian dari Prodi Pendidikan Biologi. Produk yang telah ditranslokasikan diharapkan bisa dipetik dan diambil oleh seluruh mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi khusunya dan mahasiswa Untirta pada umumnya.
            Layaknya sebuah pohon yang ingin tumbuh subur, kami sangat membutuhkan siraman air, pemberian pupuk, perawatan dsb yang berupa teguran, kritikan, saran serta dukungan dari semua pihak. Semakin lebat daunnya, semakin banyak cabang pohonnya, semakin kuat dan kokohnya batangnya, semoga akan semakin banyak manfaatnya serta dapat semakin mrunduk dan meneduhkan sekitarnya.... Amien....
Dari kita, oleh kita dan untuk kita...
Begitulah sekilas filosofi dari nama Kabinet kepengurusan Hima Prodi Pendidikan Biologi 2011. Mohon Do’a restunya....
Salam Lestari....!!!
Salam Konservasi....!!!


Be More Excelent for The Next Generation

Senin, 14 Februari 2011

semakin hari semakin sulit

alhamdulillah tak terasa aku bisa menjalankan kuliah ku dengan lancar. banyak hambatan yang datang, tapi aku bersyukur karena Allah masih memberikan aku kemudahan untuk mengatasinya :)
sulit memang ketika cita-cita yang setinggi langit harus terbatas oleh tempat, waktu dan yang paling utama adalah kesempatan. banyak orang yang tidak memiliki kesempatan yang bagus, sehingga dalam mencapai cita-cita kurang maksimal. tapi semua itu bisa terbantahkan ketika kita percaya bahwa diri kita bisa mencapai semua itu. dengan niat, doa serta usaha yang maksimal, pasti semuanya akan kita dapatkan. :)
semakin hari semakin sulit ketika aku melihat mata kuliah yang harus aku ambil.

semester 1 lalu, aku memasuki masa adaptasi yang lumayan berat. banyak sekali yang tak sesuai dengan hati dan harapan. disaat cita-cita harus ditunda, dan harus memilih solusi dari semua yang terjadi, yang aku pilih adalah sebuah pilihan yang dapat menyelamatkan masa depanku dan cita-citaku kelak. aku berusaha meluruskan pikiran bahwa mungkin dari kuningan ke jakarta bisa melalui jalan lain selain lewat jalan tol. disaat teman-teman dan sahabat bisa masuk jalan tol, yang mungkin mahal, dan berkelas, tapi aku bisa mencapai jakarta lewat jalan alternatif yang lebih sederhana dan tak dikenal. tapi siapa yang akan mengira, mungkin sesampainya di jakarta nanti, akulah yang akan dilihat banyak orang dengan segala kekurangan yang aku punya.

semester 2 ini aku merasa bahwa banya sekali masalah yang aku dapatkan. buah dari masa adaptasi lalu, cukup baik, tapi aku belum puas dengan semua itu. di semester 2 ini rasanya hidupku berasa padat, namun sedikit nakal. kenapa? aku banyak tak belajar, di kelas kerjaannya ngelamun, dsb.. hahaha tapi sungguh tak terkira hasilnya maningkat dan sungguh wahhh... :). aku sangat bersyukur.

dan semester 3 ini, aku harus membuat list, kira-kira hal-hal apa saja yang harus aku simpan dalam urutan pertama, dan hal apa saja yang harus aku hapus sementara. di awal semester ini, aku diberi sejuta kejutan dan pengalaman yang berharga dan membuat hidupku semakin indah :). aku bersyukur ketika sekarang aku merasa bahagia setelah mendapatkan hal menyakitkan....

aku tahu sekarang, cinta itu luas.... cinta untuk keluarga sangat utama, sahabat, teman, orang-orang sekitar dan aku kini lebih bisa menyukai anak-anak.
aku berpikir bahwa anak-anak itu indah. tak punya dosa, polos dan penuh cinta yang tulus. mereka tercipta untuk dibentuk dengan cinta dan tidak untuk dinodai oleh hal-hal yang tak baik. aku lebih ingin menikmati cinta pada anak-anak, pada alam, pada hal-hal yang baru, pada kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan kini cintaku hanya untuk hal-hal seperti itu...
aku tidak ingin jatuh cinta dulu. stop! hehe jatuh cintaku hanya untuk anak-anak :) miss u all... Diely, Danta, Arvyn, Ariel ponakan-ponakanku tercinta :-*

hmmm....
semester 3..
makulnya berat-berat...
  • anatomi tumbuhan
  • keanekaragaman hewan invertebrata
  • statistika
  • biokimia
  • strategi pembelajran biologi
  • kurikulum pembelajaran
  • ekologi dasar
semangat....
CINTAI hidup ini pokoknya mah :D
hahahahaha

buat temen-temen yang masuk jalan yang sama-sama masuk jalan alternatif kaya aku... jangan sedih, sukses selalu ada di depan mata. ga harus sama kaya orang lain, dengan diri sendiri yang apa adanya, sesuai kemampuan kita, aku yakin kita semua pasti bisa mencapai apa yang kita cita-citakan...
selalu semangat ya!!! aku cuma pengen bagi semangat aku sekarang untuk kalian semua :D:D

SELALU SEMANGAT :D

PUISI GILA punya AKU...

CINTA....
Kau bagai heterosista alga yang dibentuk saat kondisi tak menguntungkan...
Kau memberikan nutrisi pada hati yang membutuhkan...

CINTA... juga bagai hifa jamur yang menyelubungi sel alga...
Selalu melindungi hati dan perasaan yang tersakiti...

CINTA hidup di tempat yang ekstrim seperti Archaebacteria...
selalu hadir di saat-saat yang tak pernah diduga...

CINTA selalu ada dimana-mana...
seperti Liken yang hidup kosmopolit...

CINTA tumbuh dari hal kecil...
seperti spora pada lumut yang tumbuh jadi protonema dan akhirnya jadi lumut dewasa...

CINTAku kini bagai margo folii daun yang bertoreh...
kadang fisus.. kadang lobus... kadang juga pertitus...

aku berharap..............
CINTAku nanti seperti talus crustose Liken yang sulit dipisahkan dari substrat....
tak pernah rusak, tak pernah luntur dan akan selalu bersama.....

hahahahahahaha :D