Rabu, 15 Februari 2012

Pengalaman Lolos OSN PTI Pertamina Biologi 2010

Aku tak merasa hebat ketika aku bisa bilang bahwa aku banyak mengikuti olympiade, dulu. Aku juga tak merasa puas dengan semuanya. Tapi aku bersyukur ketika aku banyak diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakan berbagai pengalaman berharga yang tak semua orang bisa merasakannya.
“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika Allah menghendaki semuanya untuk terjadi”. Ketika aku berdoa, ketika aku berusaha maka semuanya akan menjadi mungkin terjadi ditambah takdir yang sudah ditetapkan Allah.
Aku merasa sangat bersyukur ketika aku mendapat kesempatan lagi untuk mengikuti hal-hal yang berbau prestasi dikala aku mengenyam pendidikan di perkuliahan. Usaha dan semangatku memang tak sia-sia karena aku bisa mewakili Banten untuk ajang Olympiade Biologi di tingkat Nasional pada tahun 2010 lalu. Jujur, itu merupakan hal yang menantang dan tidak disangka. Karena aku harus menyisihkan kakak-kakak tingkatku yang notabene nya sudah semester atas. Selain itu aku juga harus menyisihkan orang-orang hebat dari Universitas lain. Betapa sungguh luar biasanya nikmat yang Allah berikan padaku saat itu.
Untuk mencapainya, aku harus rela dan semangat membagi waktuku antara kuliah, tugas, persiapan UTS, organisasi, pekerjaan rumah dan tentunya tambahan belajar untuk ajang ini. Banyak sekali kesulitan yang aku temui. Dan aku juga harus merasakan tidur terkapar di depan leptop kakak sepupuku karena jujur, dulu aku belum punya leptop. Semua dukungan mengalir kepadaku, terutama MAMA. Dialah yang membuatku yakin. Doanya membantuku sehingga aku pun bisa mewakili Banten di ajang Nasional ini.
Momen ketika aku tahu bahwa aku pemenangnya itu sangat berkesan. Aku telat untuk  mengikuti acara pengumuman pemenang. Ketika itu aku dan kawanku kebingungan mencari ruangan tempat acara pengumuman dilakukan. Akhirnya aku mengirimkan sms kepada ketua pelaksana untuk menanyakan dimana tempat acara berlangsung. Aku pun menuju kesana sesegera mungkin.
Ketika aku masuk dan menengokkan kepalaku ke dalam ruangan, bapak ketua pelaksana kegiatan langsung menanyakan “Kamu Yulia?”. Aku pun menjawab “Iya Pak!” dan dengan serentak suara tepuk tangan pun menggema aku pun ditarik dan dipersilakan maju ke depan dan orang-orang pun menjabat tanganku. Aku bingung, linglung dan tampak seperti orang bodoh. Akhirnya aku pun tahu, bahwa akulah pemenangnya di bidang Biologi.
Tak tahan aku pun ingin menjerit dan menangis haru. Tak lupa ucap syukur pun aku sampaikan “Alhamdulillah ya Allah”, Engkau masih beri aku kesempatan untuk terus berusaha yang lebih baik lagi bukan hanya untuk aku dan keluargaku tapi untuk Kampus dan Provinsi ini.
Pengalaman di Nasional sungguh berkesan. Aku merasa bahwa aku ini masih kecil. Bukan saja umurku yang paling muda disana, tapi pengetahuanku masih belum ada apa-apanya. Hal ini dipertegas lagi dengan gagalnya aku untuk masuk tahap presentasi.
Aku merasa bahwa itu bukanlah kegagalan tapi merupakan hadiah berharga. Aku banyak bertemu dengan orang-orang hebat dari ITB, UI, UGM dan seluruh daerah lain termasuk dari Papua. Mereka adalah orang-orang terpilih yang hebat. Disanalah aku dapat berlibur di hotel berbintang 5, menikmati liburan di saat teman-teman mungkin menikmati perkuliahan. Jalan-jalan gratis, makan enak dan banyak lagi. Saat-saat seperti ini memang pernah aku rasakan berulang kali ketika aku duduk di SMP, namun dengan keadaanku yang baru membawa Banten dan Universitasku, aku merasa sungguh luar biasa.
Dan satu hal yang harus teman-teman rasakan juga, pengalaman adalah hal terindah yang dapat kita jadikan pelajaran. Seseorang yang hebat bukanlah yang banyak menang, tapi banyak kalah dan banyak mempelajari kesalahan dari kekalahan. Sehingga suatu saat kitalah pemenangnya. Semangat untuk semua J. Kalian juga pasti bisa melakukan hal-hal hebat dan seru lainnya.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar