Yap, ketika kita menghitung 1..2..3.. dengan jari tangan, maka yang akan kita angkat adalah jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Keberadaanku di kampus ini tak terasa sudah 3 tahun berjalan. Bukanlah waktu yang sebentar tapi jujur sangat cepat sekali berlalu. Begitu banyak kisah yang mungkin tak dapat diceritakan dan diungkapkan satu per satu. Banyak hikmah dan konflik yang mungkin dapat menguras pikiran dan hati. Namun, anggaplah hal yang lalu itu pelajaran berharga.
Mata kuliah yang diambil semester ini hanya 7 dengan beban sks hanya 17 sks. Bukan karena aku tak bisa mengambil semua sks, namun karena mata kuliah yang harus kuliah tinggal segitu adanya. Aku pun harus tidak lagi memikirkan hal-hal sepele yang dapat merusak semangat. Dan dituntut untuk berpikir lebih luas dan umum lagi. Harus lebih sabar, semangat dan menghadapi semuanya dengan tenang, yakin dan penuh pemikiran yang dewasa.
Kadang aku kurang nyaman ketika ada orang yang bilang “Ul, lu kaya semester 8 deh”. Jujur, aku ingin sekali bilang bahwa, semuanya pasti nanti akan merasakan semester 8, so? apa hubungannya dengan dia? Hanya bisa berkomentar dan berkomentar. Tapi itu semua menjadi pelajaran penting bagiku bahwa menjadi orang yang banyak berkomentar itu sungguh tidak berguna. Lebih baik berkomentarlah yang baik lalu ada implementasinya. Komentar seseorang memang mencerminkan latar belakang cara berpikirnya dan aku menerimanya.
Konflik-konflik seperti ini mungkin akan lebih sering lagi terjadi dengan tingkat yang lebih kompleks. Tapi ingatlah satu hal bahwa, ketika jari kelingking terangkat, maka itulah waktunya untuk kau telah bebas dan menghadapi dunia nyata dan bukanlah berada terkurung dengan tujuan tidak terarah.
Semoga… disaat jari manis ini terangkat, hari-hari akan terasa indah walau dalam kondisi tak indah. Selalu percaya bahwa Allah akan selalu memberi kemudahan. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar