Kamis, 17 Februari 2011

Mobil vs Hidup

Diumpamakan kita akan mengendarai sebuah mobil dari Cilegon ke Kuningan. Mesin mobil kita nyalakan dan pedal gas kita injak. Roda mobil akan berputar dan mobil pun melaju. Dalam perjalanannya kita akan memasuki jalan bebas hambatan, jalan utama ataupun jalan alternatif. Tekstur jalan yang kita lalui pun tidak selamanya mulus. Ada yang penuh lubang, ada yang dilengkapi denga polisi tidur yang berjajar, ada tikungan tajam, ada tanjakan yang terjal, ada jalan sempit, ada jalan lebar, dn sebagainya. Selain itu kita juga akan bertemu dengan banyak kendaraan lain. Ada mobil truk, bus, mobil boks, sepeda motor, dan kendaraan lainnya. Dalam kondisi tertentu, kitra juga akan menginjak pedal rem sehingga kecepatan mobil berkurang sehingga perlahan roda pun akan berhenti berputar. Semua itu kita hadapi dan harus kita lalui dengan hati-hati, cermat, dan teliti sebagai sebuah tantangan dan harus berani mengambil resiko.
            Begitu juga dengan hidup. Kehidupan yang kita jalani bisa diumpamakan sebagai sebuah jalan yang kita lalui. Kita sendiri sebagai mobilnya yang akan kita arahkan untuk melewati jalan kehidupan. Kehidupan dipenuhi dengan masalah-masalah yang terjadi, keadaan sedih, senang, bahagia, duka, rasa kehilangan, kasih sayang, keadaan dilematis dan lain sebagainya. Untuk itu, kita hanya memerlukan sabar, hati-hati, teliti, & cermat dalam melalui semuanya. Setiap makhluk hidup memiliki titik finishnya masing-masing. So... jalani dan lewatilah jalan kehidupan kita dengan sabar dan penuh keikhlasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar