Senin, 21 Februari 2011

Masa-Masa kejayaan


Aku menginjakkan kaki ini di sekolah favorit di kota tempatku dilahirkan dengan mudah. Ya… disaat anak-anak seumurku yang lain sedang pusing memikirkan nem masuk SMPnya bagaimana, tapi aku sudah diterima di SMP ini jauh sebelum ujian dimulai. Dengan penuh kepercayaan diri dan rasa bangga, aku pun menjalani hari-hariku di SMP ini dengan ceria. Sekolah ini merupakan saksi bagaimana aku berjuang, sekolah ini juga merupakan pendengar setia setiap gaungan namaku yang terdengar di setiap penjuru sekolah. Aku tak ingin sombong, tapi ini cerita semoga menjadi motivasi untuk kalian semua.
Tahun pertama yang aku jalani penuh rintangan dan hambatan. Aku harus beradaptasi dengan teman-teman yang berbeda gaya hidup. Aku pun menyeimbangkan dan selalu mawas diri di setiap aku berada. Di pundakku terdapat nama besar SD tempatku dulu belajar sebagai peraih juara 1 LCT BIOFISMA, sebuah kompetisi mata pelajaran eksak antar SD. Hal demikian mengakibatkan setiap guru mata pelajaran eksak seperti yang memberi stabilo dalam tubuhku. Aku seakan jadi pusat perhatian atau target utama pemangsaan mereka. Gerak-gerikku diawasi, nilai-nilaiku ditandai, perkembanganku di akademik dan lain sebagainya. Semua itu adalah konsekuensi yang harus aku terima karena aku masuk sekolah itu denga tiket juaraku.
Sungguh berat beban nama yang aku sandang. Aku pun selalu bertekad, aku harus mempertanggungjawabkan gelar itu dan akan kubuktikan bahwa itu bukanlah keberuntungan semata yang bisa terhapus begitu saja. Tapi akan aku buktikan bahwa itu memang nyata karena hasil kerja kerasku selama aku belajar di SD.
Bentuk pertanggungjawabanku adalah melahirkan prestasi juga di SMP. Ya... dan itu tidaklah mudah. Masa puberku ini aku jalani dengan riang gembira. Aku mengalami banyak hal. Mulai dari genk-genkan dengan teman-teman, kisah cinta monyet yang berbunga di SMP setelah di SD terpisah 1 tahun, kisah perlakuan tak layak dari kakak kelasku dalam organisasi karena ”urusan pribadi” mereka, persahabatan yang kacau balau karena cinta segitiga, kecurangan dalam kepemimpinan organisasi dan itu diberikan padaku, dan persaingan akademik antara aku dengan pacarku. Itu semua terjadi selama tiga tahun aku duduk di SMP.
Selama itu pula, aku berusaha untuk mempertahankan kemajuan akademikku sehingga mengalami kemajuan pesat. Seleksi tingkat sekolah bidang olympiade sains study biologi mengantarkanku ke gerbang nasional. Dalam masa-masa ini aku diberi kesempatan emas untuk dibina oleh perguruan-perguruan tinggi negeri yang ternama. ITP, IPB, UI, UNDIP, ITS dan sebagainya. Selama dua tahun aku dibina. Setiap dua minggu aku harus mengikuti tutor dengan dosen-dosen terbaik dari perguruan tinggi yang sudah disebutkan. Tiap dua bulan sekali, aku juga mendapatkan gaji. Hehehe bayangkan? Aku dapat ilmu dan gaji selama pembinaan itu. Setiap 4 bulan aku juga harus berkunjung untuk study di kampus IPB dan ITB. Aku mendapatkan pengalaman berharga, teman-teman baru yang berasal dari daerah berbeda. Semua itu aku jalani sebagai bentuk menyenangkan diri sendiri. Aku sangat bersyukur ketika akhirnya aku diutus untuk mewakili provinsi JABAR di tingkat nasional. 7 hari di Semarang merupakan hadiah terindah. Jalan-jalan gratis, bertemu teman-teman baru dari seluruh indonesia, menginap di Grand Candi hotel bintang tujuh terkenal, mendapatkan gaji yang tak terbayangkan, dan masih banyak hal yang menakjubkan lainnya. Tidak hanya aku yang bangga, keluarga besarku, guru-guru, kepala sekolah, teman-teman, tetangga rumah, bahkan bupati kota tempatku tinggal ikut berbangga dan memberikanku penghargaan di acara khusus. Ini adalah mimpi. Mimpi yang sudah kualami, mimpi nyata yang takkan pernah dilupakan sampai akhir hayatku. Allahu akbar!!!
Semua ini aku dapatkan ketika kondisi keluargaku yang tak tenteram. Aku berada di bawah tekanan dan kepedihan. Tapi inilah hal terbesar yang kulakukan dan berhasil menyatukan kepingan-kepingan cinta dalam keluarga.
So... teman-temanku, adik-adikku dan saudara-saudaraku semuanya, keluarga adalah hal terpenting dalam hidup. Ditengah keterpurukan, kita harus bisa bangkit. Tak apa kita hanya sendiri, karena aku yakin yang lain pun akan ikut menyusul untuk bangkit. Berusahalah melakukan hal terbaik untuk diri kita dan buatlah mereka semua tercengang dengan apa yang tlah kita lakukan untuk mereka. Mereka pun akan berpikir jutaan kali untuk meninggalkan kita.
I Love You All...
Be the best, by do the best, but don’t feel the best! J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar