Kau tahu?
Di kampusku ada sebuah tempat istimewa. Tempat itu selalu ramai dipenuhi mahasiswa. Kegiatan yang mereka lakukan disitu adalah memainkan jari jemari di atas keyboard laptopnya, mengerjakan tugas bersama, rapat kecil organisasi, kumpul-kumpul biasa, ngobro dan bersenda gurau, atau janjian bertemu dengan kekasihnya.
Di samping tempat ini terdapat pohon besar yaitu pohon ketepang.
Aku menyebutnya pengkolan karena posisinya yang terletak di sebuah pengkolan atau belokan dekat masjid. Arti kata cinta disini luas. Cinta pada teman-teman, cinta pada kuliah, cinta pada tugas, cinta pada organisasi, cinta pada kekasih, dan yang paling utama cinta pada Allah. Posisinya yang strategis dan tepat bersebrangan dengan masjid selalu aku jadikan indikator apakah kita semua yang ada disitu akan langsung berhamburan ke masjid ketika adzan berkumandang ataukah tidak?
Pengkolan cinta ini juga merupakan tempat kenanganku. Tempat sasaran utama mataku mencari cinta. Dimana aku bisa menemukan dia, melihat kondisinya, kuruskah? Atau gemuk kah? Atau bahkan aku hanya bisa melihat teman-temannya saja dan bertanya-tanya dalam hati ”ko dia ga ada?”. yah... itulah kenangan, itulah kebiasaan lamaku yang aneh. Weits, pengkolan cinta ini juga tempat mencurahkan isi hati. Bentuk cinta yang dicurahkan bermacam-macam bentuk dan kondisi. Bisa dengan marah, sewot-sewot, senyum-senyum bahagia bahkan air mata. Coba saja kita perhatikan. Banyak sekali orang yang suka berada disana dan mencurahkan segala ekspresi yang beragam. Aku pun kadang tak mengerti mengapa satu tempat kecil seperti itu saja bisa kaya akan ekspresi. Subhanallahu...
Pengkolan terdengar romantis dan lucu bagiku. Oleh karena itu aku pernah tak sengaja menyebutkan ini pada sahabaatku. Dia pun tertawa dan tersenyum geli karena dia langsung paham mengapa aku bisa menamainya Pengkolan Cinta.
Aku pikir tempat ini akan abadi bersama kenangan dan khayalanku. Seiring berjalannya waktu, pengkolan cinta ini pasti akan lebih dinamis dan berwarna seperti taman bunga yang indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar